"ustadzah kok kelas kita bau trasi sih?”
Hidung si ustadzah mulai beraksi. Iya ternyata, benar.
Namun, seandainya ustadzah itu mengungkapkan pembenarannya, maka adegan membenci trasi akan terjadi. Maka si ustadzah berkata dengan tak kalah semangat…
“Alhamdulillah, hari ini kita masih bisa membau lho.. Coba siapa yang hidungnya masih sehat pagi ini?”
Semua mengangkat tangan.
Beberapa menit kemudian, ternyata trasi tadi digunakan untuk sambal yang setelahnya tercium.
Ternyata bau ‘aneh’ tak jadi masalah lagi. Si ustadzah iseng bertanya..
“Nah, sekarang, siapa yang hidungnya bisa membau sambal teriakkan…
ALHAMDULILLAH, TERIMA KASIH ALLOH!”
Ouw... ternyata semua kompak, “ALHAMDULILLAH, TERIMA KASIH ALLOH!”
Hehe.. Sesuatu yang menjengkelkan pagi itu malah jadi jembatan untuk bersyukur buat mereka
Minggu, 21 Juni 2009
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)

0 komentar:
Poskan Komentar